Tujuan Pembelajaran :
1. Mengidentifikasi polusi dan polutan yang ada di udara, air, dan tanah
2. Mengidentifikasi polusi dan polutan yang ada di lingkungan kerja
3. Mengelompokkan polutan di lingkungan kerja berdasarkan jenis senyawa, wujud, sifat dan yang adapat atau tidak dapat didaur ulang
4. Mengetahui indikator-indikator polusi udara, air, dan tanah
insektisida ( pembunuh serangga)
herbisida (pembunuh gulma/tumbuhan pengganggu)
rodentisida (pembunuh hewan pengerat)
fungisida ( pembunuh jamur)
1. Mengidentifikasi polusi dan polutan yang ada di udara, air, dan tanah
2. Mengidentifikasi polusi dan polutan yang ada di lingkungan kerja
3. Mengelompokkan polutan di lingkungan kerja berdasarkan jenis senyawa, wujud, sifat dan yang adapat atau tidak dapat didaur ulang
4. Mengetahui indikator-indikator polusi udara, air, dan tanah
BAB
2
POLUSI
A. PENGERTIAN POLUSI
Polusi disebut juga pencemaran, Zat yang
dapat menyebabkan pencemaran disebut pencemar. Pencemar disebut Polutan.
B. MACAM-MACAM POLUSI
Berdasarkan keberadaan dilingkungan, polusi
dapat dibedakan menjadi :
1.
Polusi Udara
Polusi/pencemar udara dapat ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sunber alami atau oleh kegiatan
manusia. Asap hitam yang keluar dari kendaraan bermotor atau cerobong pabrik
yang mengeluarkan asap kelabu kehitaman. Hal ini merupakan salah satu contoh
pencemaran akibat ulah manusia. Contoh pencemaran udarayang ditimbulkan oleh
sumber alami salah satu contohnya adalah letusan gunung berapi.
Polutan udara dapat dibedakan menjadi polutan primer dan polutan
sekunder. Polutan primer ditimbulkan langsung dari sumber pencearan udara,
contohnya karbon monoksida (CO) dan sulfur (SO2 ). Polutan
sekunder terbentuk dari reaksi polutan primer di atmosfer, contonya sulfur
trioksida ( SO3 ) dan ozon (O3 ).
a.
Polutan di
udara
·
Materi
partikulat
Materi
partikulat terdiri atas berbagai partikel padat dan cair yang tersuspensi di
udara. Materi partikulat berupa partikel padat
biaanya disebut Debu sedangkan yang berupa partikel air disebut kabut.
Contoh materi partikulat adalah partikel tanah, serbuk sari, partikel asbes,
timbal, besi, timah, tembaga, dan tetesan asam sulfat ( H2SO4).
·
Nitrogen
Oksida
Gas
nitrogen oksida yang merupkan polutan udara terutama terdapat dalm bentuk
senyawa nitrit oksida ( NO), nitrogen oksida ( NO2 ).
·
Sulfur
oksida
Sulfur
oksida di atmosfer membentuk sulfur trioksida (SO3). Sulfur
trioksida dapat bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat ( H2SO4).
·
Karbon
dioksida
Karbon
dioksida terdiri atas gas karbon monoksida ( CO) dan karbon dioksida ( CO2)
Hidrokarbon
adalah kelompok berbagaisenyawa organik yang hanya mengandung hydrogen dan karbon.
Contoh hidrokarbon adalah metan (CH4) dan benzena ( C6H6)
·
Ozon
Azon
yang terdapat di lapisan stratosfer
merupakan senyawa penting yang melindungi manusia dan mahkluk hidup lain
dari bahaya radiasi sinar UV matahari.
Ozon
yang merupakan polutan adalah ozon yang ada dilapisan troposfer.
·
Suara
Polusi
yang disebabkan suara kita kenal sebagai polusi suara atau kebisingan.
Kebisingan
dapat dibagi menjadi tiga macam :
1. Kebisingan
implusif, yaitu kebisingan yang datangnya terus menerus.
2. Kebisingan
kontinyu, yaitu kebisingan yang datangnya secara terus menerus dalam jangka
waktu yang lama.
3. Kebisisngan
semi kontinyu, yaitu kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang,
tapi ada kemungkinan akan terulang.
Pengukuran kebisingan dapat diukur
dengan satuan unit pengukuran decibel (dB)
Tingkat kebisingan
|
dB
|
contoh
|
-
|
0
|
(Batas ambang dengar)
|
Amat sangat tenang
|
10 – 20
|
Suara daun bergesek
|
Sangat tenang
|
30 – 50
|
Suara orang bercakap
normal
|
Bising
|
60 – 70
|
Suara orang berteriak,
suara pembersih vakum ( vacuum cleaner)
|
Sangat bising
|
80 – 90
|
Suara sirine, suara mesin
diesel, suara mesin pengoolah kapas, suara blender
|
Menulikan
|
100 – 120
|
Suara pesawat jet, suara
halilintar, suara mesin traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik baja
|
Amat sangat menulikan
|
>120
|
Suara mesin roket
|
b.
Sumber-sumber
polusi udara
Polusi udara dapat terjadi di luar
ruang (outdoor pollution ) bersumber dari kegiatan manusia atau dari sumber
alami . contohnya letusan gunung berapi, kebakaran hutan, pembakara bahan bakar
fosil ( terutama batu bara. dan didalam
ruangan (indoor pollution) bersumber dari kegiatan manusia. Contoh, bahan-bahan
baku bangunan ,senyawa – senya pembersih , asap rook, perapian dll.
Jenis polutan
|
Sumber utama
|
Sulfur oksida
( gas dan partikulat)
|
Pembakaran bahan bakar
inndustri. Proses peleburan logam
|
Ozon
|
Reaksi fotokimia
|
Timbal
|
Kendaraan bermotor
|
Materi partikulat, klorin,
dan cadmium
|
Produk pembakaran berbagai
bahan/ zat buangan industry
|
Nitrogen oksida
(NO dan NO2 )
|
Pembakaran bahan bakar
industry, bangunan pembangkit listrik, kompor gas, perapian, kebakaran hutan,
tanah pertanian yang dipupuk berlebihan
|
Karbon mononsida dan
karbon dioksida
|
Pembakaran bahan bak
inndustri dan kendaraan bermotor
|
Formaldehit
|
Asap rokok, perabot kayu
|
Asbes
|
Ubin, atap
|
Amonia
|
Produk-produk pembersih
|
Hidrokarbon
|
Asap rokok, pembakaran
bahan bakar industri, dan kendaraan bermotor
|
Trikloroetan
|
Semprotan aerosol
|
Para-diklorobenzena
|
Penyegar/pengharum ruangan
|
tetrakloroetilen
|
Uap cairan dry-cleaning
pada pakaian
|
2.
Polusi air
Air merupakan kebutuhan yang
paling mendasar bagi manusia. Tanpa air manusia tidak akan hidup.
Namun tidak semua air dapat digunakan untuk kebutuhan
manusia. Pencemara air oleh berbagai jenis polutan juga dapat menurunkan
kualitas air , pencemaran air dapt terjadi di mata air, sungai, laut, waduk,
danau ataupun air tanah.
a.
Polutan air.
Beberapa kelompok
polutan/pencemar utama di air adalah
·
Agen penyebab penyakit
Agen penyebab penyakit adalah organisme- organisme yang dapat
menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Contoh bakteri, virus , protozoa, dan
cacing parasite.
·
Limbah yang memerlukan oksigen
·
Terdiri atas berbagai limbah organic yang dapat di
uraikan bakteri aerob. Contoh kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa tumbuhan dan
limbah ndustri.
·
Bahan kimia organic
Bahan kimia organic merupakan senyawa kimia yang mengandung
atom karbon. Contoh pestisida, minyak gasoline, plastic, deterjen, pelarut pada
produ-produk pembersih,,
·
Bahan kimia anorganik
Polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya
senyawa asam, senywa garam-garaman dan logam berat. Contoh. Timbal (Pb),
arsenic (As) dan merkuri (Hg).
·
Nutrient tumbuhan
Merupakan senyawa-senyawa kimia yang dapat menstimulasi
pertumbuhan tumbuhan dan ganggang (algae). Contoh nitrat (CO2),
fosfat (PO4) dan ammonium (NH4).
·
Sedimen
·
Sedimen adalh endapan berbagi partikel padat seperti partikel pasir,
lempung, lumpur, dan batuan didasar pperairan.
·
Bahan radioaktif
Mengandung atom-atom dari senyawa isotopyang tidak stabil
sehingga memancarkan radiasi secara spontan. Contoh radon, idiom, dan uranium.
·
Panas
Panas jug adapt menjadi polutan air. Polusi yang disebabkan
panas disebut polusi termal.
b. Sumber-sumber
polusi air
·
sumber polusi langsung (point resources) adalah sumber
polusi yang membuang polutan dilokasi spesifik melalui pipa, selokan, atau
saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air. Contoh pabrik, tempat
pengolahan limbah, pertambnagan dan tangki minyak.
·
Sumber tidak langsung ( nonpoint resources) adalh
sumber polusi yang asalnya dari area lahan luas atau dari partikel-partikel
yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan
senyawa dari atmosfer. Contoh aliran atau rembesan senywa kimia dari lahan pertanian,
peternakan, perkotaan, jalan raya, are parker, dan tempat penebangan hutan.
Jenis polutan
|
Sumber utama
|
Agen penyebab penyakit
|
Limbah ( buangan) rumah tangga, buangan hewan
|
Limbah yang memerlukan
oksigen
|
Kotoran hewan dan manusia, limbah, industry,
aliran buangan dari perkotaan
|
Bahan kimia
organik
|
|
Minyak
|
Buangan mesin dan kendaraan bermotor, kebocoran
pipa, tumpahan tangki, dan sumur minyak
|
Pestisida dan herbisida
|
Lahan pertanian dan perkebunan, program pembasmian
nyamuk
|
Plastik
|
Rumah tangga dan industry
|
Deterjen
|
Rumah tangga dan industry
|
Senyawa-senyawa berklorin
|
Industry kertas dan industry lain yang melakukan
proses pemutihan ( bleaching ), air yang ditambahkan klorin ( sebagai
desinfektan)
|
Bahan kimia anorganik
|
|
Senyawa asam
|
Petamabangan, limbah industry, pengendapan asam
|
Garam-garaman
|
Irigasi pertanian, pertambangan, limbah industry,
ladang minyak, aliran buangan dari perkotaan
|
Timbal
|
Bahan bakar yang mengandung timbal, beberapa
pestisida, peleburan timbal
|
Merkuri
|
Limbah industry, fungisida
|
Nutrient tumbuhan
(fosfat dan nitrat)
|
Aliran dari pertanian, pertambangan, limbah rumah
tangga, limbah industry, air limbah yang tidak terolah dengan baik, industry
pengolahan makanan, fosat yang terkandung dalam deterjen
|
Sedimen
|
Erosi tanah, aliran dari pertanian, pertamanagn,
hutan, dan kegiatan pembangunan ( konstruksi )
|
Bahan radioaktif
|
Batuan, tambang uranium, pembangkit tenaga nuklir,
pengujian senjata nuklir
|
panas
|
Air pendingin dari inndustri dan pusat pembangkit
listrik
|
3. Polusi
Tanah
Polusi tanah mencangkup berbagai perubahan fisik dan kimia
pada tanah yang memberi dampak negative bagi kehidupantumbuhan dan makhluk idup
lain yang hidup di tanah. Polusi tanah juga dapat menyebabkan polusi air dan
udara melalui aliran air permukaan, merembes menu air tanah atau menguap ke
udara.
a.
Polutan di tanah
·
Limbah padat ( sampah)
Limbah padat meliputi bahan-bahan padatan buangan seperti kertas,
plastic, kayu, metal, kaca, sisa makanan karet, dan lainnya.
·
Logam berat
Contohnya cadmium , timbal, kromium, tembaga, besi, dan
nikel,
·
Pestisida
Pestisida dalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk
hidup yang dianggap mengganggu oleh manusi.a. pestisida dapatdibagi menjadi
pestida
sangat berguna dalam mengontrol populasi organisme penyebab penyakit, namun jika penggunaan secara berlebihan dapat
berdampak negative bagi makhluk hidup lainnya.
·
Nitrogen, fosfat, dan garam mineral,.
Merupakan unsur-unsur yang sangat diperlukan tumbuhan untuk
pertumbuhan. Pupuk mengandung nitrogen dan fosfat, pestisida mengandung senyawa
berbahaya , sedangkan air irigasi mengandung garam-garaman.
C. POLUSI DAN
POLUTAN DI LINGKUNGAN KERJA
Lingkungan kerja, seperti
pertanian, pertambangan, dan industry menghasilkan bahan buangan yang dapat
menjadi polutan di lingkungan.. contoh aktivitas yang menghasilkan zat polutan
pembuatan bahan pangan, pewarnaan tekstil, dan transportasi.
No.
|
Lingkungan kerja
|
Jenis polutan
|
1.
|
Agrikultur
(pertanian/perkebunan)
|
Partikel tanah, nitrogen,
fosfor, kalium, pestisida (insektisida, fungisida dan herbisida), ammonia dan
ammonium
|
2.
|
Pertambangan
|
Sianida, arsenic, merkuri,
tumpahan minyak, materi radioaktif, dan sulfur
|
3.
|
Industry tekstil
|
Tetrakkloroetelin,metilen
klorida, klorobenzena, toluene, benzene, NOx (NOS4, nos),
pewarna pakaian, dan desinfektan seperti insektisida
|
4.
|
Rumah sakit
|
Sisa obat-obatan, alat
kesehatan bekas pakai, dan materi radio aktif
|
5.
|
Industry kertas
|
Natrium hidroksida, klorin
(CL2)
|
6.
|
perminyakan
|
Tumpahan minyak, nitrogen
oksida, sulfur dioksida, senyawa organic mudah menguap (volatile), dan logam
berat
|
D. INDIKATOR
POLUSI DI LINGKUNGAN
Indikator
polusi adalah Pengukuran terhadap faktor-faktor fisik, kimia, atau biologi yang
menunjukkan adanya degrasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar. Dengan
melakukan pengukuran terhadap indicator polusi, maka dapat diketahui apakah
konsentrasi polutan sudah melebihi ambang batas ( baku mutu ), sehingga membahayakan
bagi organisme lainnya, tau masih di bawah ambang batas.
1.
Indikator
Polusi Udara
a.
Indikator
fisik
Indikator
fisik yang dapt digunakan untuk mengetahui adanya polusi udara adalah
sifat-sifat udara yang dapat diamati. Udara yang bersih harusnya tidak berwarna
dan tidak berbau. Adanya warna atau bau pada udara menunjukkan adanya polutan.
b.
Indikator
kimia
Indikator
kimia adalah Konsentrasi senyawa-senyawa polutan itu sendiri di udara dapat
menjadi indicator polusi udara . kandunagan senyawa kimia di udara secara
normal terutama adalah N2 (nitrogen). Peningkatan konsentrasi
senyawa-senyawa polutan di udara merupakan indicator bagi tingkat polusi
udara.
c.
Indikator
biologi
Makhluk
hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi zat polutan di udara dapat
dijadikan indikator biologi. Contoh indicator biologi untuk mengamati
tingkat polusi udara adalah lumut kerak (Lichenes).
Lumut kerak merupakan simbiosis antara algae fotosintetik atau cyanobacteria
dengan fungi. Lumut kerak juga terdiri atas beberapa kelompok yang
masing-masing memiliki tingkat sentivitas berbeda terhadap polutan udara. Lumut kerak Usnea sp. Dan Evernia sp.
Tidak akan bertahan hidup jika konsentrasi sulfur dioksida di udara terlalu
tinggi.
Kelompok lumut kerak
|
ciri
|
Indikator tingkat
polusi
|
Fruticose
|
Berbentuk seperti
janggut, tumbuh memanjang , berwarna kuning, kecoklatan atau kehijauan
|
Tidak ada polusi udara
(udara bersih)
|
Foliose
|
Tidak melekat erat dengan substrat ( mudah
dikelupas), berbentuk lembaran, berwarna hijau, tumbuh melebar
|
Rendah
|
Crustose
|
Melekat erat dengan substrat, berwarna putih
kehijauan atau oranye, tumbuh melebar
|
sedang
|
(tidak ada lumur
kerak sama sekali)
|
_
|
tinggi
|
2.
Indikator
Polusi Air
a.
Indikator fisik
Sifat-sifat
fisik air, seperti kekeruhan, bau, warna dan suhu dapat menjadi indicator bagi
polusi. Air yang bersih seharusnya jernih ( tidak keruh), tidak berbau, tidak
berwarna, dan suhunya relatif sedang. Perubahan pada sifat-sifat fisik air
bersih yang tersebut menanadkan air telah tercemar polutan. Kekeruhan air dapat
di ukur dengan alat cakram Secchi (secci
disk). Bau dan warna air dapat diukur dengan thermometer. Adanya baud an
warna atau perubahan suhu ekstrim pada air dapt menunjukkan keberadaan senyawa
kimia atau polutan tertentu dalam air.
b.
Indikator
kimia
Kanungan
senyawa-senyawa kimia dalam air dapat menjadi indikator terjadinya pencemaran/polusi
air. Contohnya.
·
Kandungan
nutrisi
Nutrisi
yang larut di air seperti unsur nitrogen, fosfor, dan karbon dibutuhkan untuk
pertumbuhan organisme fotosintetik di perairan. Kandungan nutrisi di perairan
yang terlalu tinggi dapat menjadi salah satu penyebab polusi air yang
membahayakan berbagai biota air.
·
Kandungan
logam berat
Keberadaaan
logam berat dalam air, seperti timbal, merkuri, sianida, dan cadmium,
menunjukkan telah terjadi polusi air. Kandungan logam berat dalam air melebihi baku mutu dapt
berdampak negative bagi biota air dan kesehatan manusia.
·
Oksigen terlarut ( dissolved oxygen/DO)
Oksigen
dibutuhkan oleh kebanyakan biota air.
Pengukuran oksigen terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang
terlarut di air. Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah
organic, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah oksigen terlarut di
air sebaiknya antara 4,0 hingga 2,0 mg/L.
·
Kebutuhan oksigen biokimia ( biochemical oxygen
demand/BOD )
BOD
sangat berhubungan dengan DO. BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh
makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasinya. Semakin rendah kadar
oksigen terlarut (DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam air tersebut.
Pengukuran BOD secara tidak langsung menunjukkan kadar DO.
·
pH
nilai
pH air menunjukka tingkat keasaman atau kebasaan air. Nilai pH air yang normal
antara 6,5 hingga 9,0. Masuknya polutan yang bersifat asam dapat menurunkan
nilai pH air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat basa).
c.
Indikator
biologi
Jumlah
dan susunan organisme dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi air.
Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflageta, dan zooplankton dari
rotifer, rentan terhadap polutan sehingga keberadaannya di perairan
mengindikasikan kondisi air cukup bersih. Sebaliknya keberadaan protozoa
parasite dan bakteri koliform dalam air mengindikasikan telah terjadi polusi
air. Tingginya jumlah bakteri koliform
pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/tinja manusia atau
hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat mengindikasikan
adanya mikroorganisme pathogen, seperti protozoa parasite, bakteri pathogen,
dan virus, yang juga biasa pada manusia dan hewan.
3.
Indikator Polusi Tanah
a.
Indikator fisik
Contoh
indikator fisik polusi tanah adalah warna, kepadatan, dan tekstur tanah,endapan
pada tanah.
b. Indikator
kimia
Contoh
indicator kimia polusi tanah adalah pH, slinitas, serta kandungan berbagai
senyawa organik dan anorganik dalam tanah.
c.
Indikator biologi
Contoh
cacing tanah. Keberadaan cacing tanah dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada
tanah yang akan menyuburkan tanah.