BAB.
3
DAMPAK POLUSI TERHADAP KESEHATAN MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA
Tujuan pembelajaran:
· Memahami dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan
· Memahami dampak polusi air terhadapa kesehatan manusia dan lingkungan
· Memahami dampak polusi tanah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan
A.
Dampak Polusi Udara
Dampak utama polusi
udara adalah sebagai berikut :
1.
Gangguan kesehatan
Polutan-polutan udara
yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan di antaranya sebagai berikut:
a.
Karbon monoksida
Di atmosfer, gas
karbon monoksida (CO) ditemukan dalam jumlah sangat sedikit, yaitu sekitar 0.1
ppm. Namun di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat, konsentrasi gas
CO dapat mencapai 10-15 ppm. Gas CO yang terhirup dapat bereaksi dengan
hemoglobin pada sel darah merah sehingga menghalangi pengangkutan oksigen yang
sangat dibutuhkan tubuh. Efek yang ditimbulkan di antaranya adalah pusing,
sakit kepala, rasa mual, ketidaksadaran (pingsan), kerusakan otak dan kematian.
Gas CO yang terhirup dapat pula berdampak pada kulit dan menyebabkan masalah
jangka panjang pada penglihatan.
Table 3.1 Konsentrasi CO di udara dan pengaruhnya pada tubuh manusia bila kontak terjadi pada cukup lama
Konsentrasi CO
Diudara (ppm)
|
Konsentrasi COHb
Dalam darah (%)
|
Gangguan pada tubuh
|
3
|
0.98
|
Tidak ada
|
5
|
1.30
|
Belum begitu terasa
|
10
|
2.10
|
Gangguan system saraf sentral
|
20
|
3.70
|
Gangguan panca indera
|
40
|
6.90
|
Gangguan fungsi jantung
|
60
|
10.10
|
Sakit kepala
|
80
|
13.30
|
Sukit bernapas
|
100
|
16.50
|
Pingsan-kematian
|
b.
Sulfur oksida, nitrogen oksida dan ozon
Gas sulfur oksida,
nitrogen oksida dan ozon pada konsentrasi rendah dapat menyebabkan iritasi mata
dan radang saluran pernapasan. Seseorang yang menghirup ketiga gas tersebut
dalam cukup waktu lama dapat terkena penyakit gangguan pernapasan yang kronis,
seperti bronchitis, emfisema dan asma. Penyakit-penyakit ini umumnya ditandai
dengan kesulitan bernapas (sesak) akibat kerusakan organ pernapasan.
Sulfur oksida dan ozon
dapat membahayakan kehidupan tumbuhan. Gas-gas tersebut bersifat beracun bagi
tumbuhan. Tumbuhan yang mengalami kontak dengan sulfur oksida dan ozon pada
konsentrasi tertentu dapat mengalami kematian.
c.
Materi partikulat
Berbagai materi
partikulat, seperti serbuk batu bara, serbuk kapas, serbuk kuarsa dan serat
asbes dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
Contoh materi
partikulat lain yang dapat membahayakan kesehatan adalah timbale. Timbale
sangat beracun (toksik) dan dapat terakumulasi dalam tubuh, serta menyerang
berbagai system tubuh, seperti system pencernaan dan system saraf. Timbale juga
dapat merusak fungsi jantung dan ginjal. Timbale dapat menyebabkan
keterbelakangan mental pada anak-anak.
d.
Asap rokok
Asap rokok mengandung
berbagai zat berbahaya seperti benzo-α-pyrene dan formaldehid. Contoh penyakit
yang dapat ditimbulkan oleh asap rokok adalah gangguan pernapasan, penyakit
jantung dan kanker paru-paru.
e.
Zat-zat penyebab kanker
Contoh zat-zat yang
dapat menjadi penyebab kanker adalah kloroform, para-diklorobenzena,
tetrakloroetilen, trikloroetan dan radioaktif (misalnya radon), berpotensi
menimbulkan kanker bila terdapat dalam konsentarsi tinggi.
f.
Suara
Kontak dengan suara
yang bising dalam waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ pendengaran.
Selain berdampak pada organ pendengaran, polusi suara juga dapat mempengaruhi
system tubuh lainnya. Suara yang bising dapat menyebabkan gangguan pada
jantung, sakit kepala dan stress secara psikologis.
2.
Asbut
Asbut adalah singkatan
kata asap dan kabut. Berdasarkan jenis polutan penyebabnya, asbut dapat
dibedakan menjadi asbut industri dan asbut fotokimia. Polutan utama penyebab
asbut industri adalah sulfur oksida dan materi partikulat yang berasal dari
pembakaran bahan bakar fosil oleh industri. Materi partikulat yang terkandung
dalam asbut industri menyebabkan warnanya tampak keabuan. Asbut inilah yang
sering terlihat keluar dari cerobang asap pabrik. Nitrogen oksida menyebabkan
asbut fotokimia tampak berwarna kecoklatan.
3.
Hujan Asam
Hujan sebenarnya
secara alami bersifat asam (pH sedikit dibawah 6, karena CO2 dengan
uap air di udara membentuk asam lemah yang bermanfaat untuk melarutkan mineral
dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan). Namun berbagai polutan
udara dapat meningkatkan keasaman air hujan, sehingga disebut hujan asam.
Hujan asam
didefinisikan sebagai hujan dengan pH dibawah 5.6. polutan yang menyebabkan
hujan asam adalah nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Zat-zat ini di atmosfer
akan bereaksi dengan uap air untuk membentuk asam sulfat, asam nitrat dan asam
nitrit yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Dampak dari hujan asam
di antaranya adalah:
·
Memengaruhi kualitas air permukaan bagi biota yang hidup di dalamnya
·
Merusak tanaman
·
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah, sehingga
memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
·
Bersifat korosif
·
Menyebabkan penyakit pernapasan
·
Pada ibu hamil, dapat menyebabkan bayi lahir premature dan meninggal
4.
Pemanasan Global
Pemanasan global
adalah kejadian meningkatnya suhu rata-rata bumi. Pemanasan global terjadi
akibat efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh gas-gas runah kaca.
Efek rumah kaca
merupakan peristiwa tertahannya atau terperangkapnya panas matahari di lapisan
atmosfer bumi bagian bawah oleh gas-gas rumah kaca yang membentuk lapisan di
atmosfer. Gas-gas rumah kaca tersebut memerangkap panas di bumi dengan cara
menyerap panas matahari dan memantulkannya kembali ke bumi. Seharusnya,
sebagian besar panas matahari di pantulkan keluar angkasa. Hal ini menyebabkan
suhu bumi meningkat sehingga terjadi pemanasan global.
Gas-gas rumah kaca
yang menyebabkan pemanasan global meliputi berbagai polutan udara, seperti
karbon dioksida (CO2), metan (CH4), nitrat oksida (N2O),
hidrofluorokarbon (HFC) dan klorofluorokarbon (CFC).
Terjadinya peningkatan
suhu bumi akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan meningkatkan suhu air
laut. Dampak lebih jauh dari pemanasan global di antaranya sebagai berikut:
·
Menambah volume air laut sehingga permukaan air akan naik
·
Menimbulkan banjir di daerah pantai
·
Dapat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota besar yang berada ditepi
laut
·
Meningkatkan penyebaran penyakit menular
·
Curah hujan di daerah yang beriklim tropis akan lebih tinggi dari normal
·
Tanah akan lebih cepat kering, walaupun sering terkena hujan. Kekeringan
tanah ini akan mengakibatkan banyak tanaman mati
·
Akan sering terjadi angina besar di berbagai tempat
·
Berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin
·
Musnahnya hewan dan tumbuhan, termasuk manusia yang tidak mampu berpindah
atau beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.
Meningkatnya suhu
global juga diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan lain, seperti
meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim serta perubahan jumlah dan
pola presipitasi.
5.
Penipisan Ozon di Lapisan Stratosfer
Senyawa yang dapat
menghancurkan ozon adalah senyawa yang mengandung unsure klorin (Cl) dan
bromine (Br). Contoh senyawa yang paling dikenal sebagai penyebab penipisan
ozon adalah klorofluorokarbon (CFC) yang berasal terutama dari aerosol, lemari
pendingin dan pendingin udara (AC). Senyawa lain yang juga dapat menyebabkan
penipisan ozon adalah metil bromide yang dapat ditemukan dalam pestisida dan
metil kloroform serta karbon tetraklorida yang banyak digunakan sebagai pelarut
di industri.
Kaji ulang
1. Penipisan lapisan
ozon menyebabkan sebagian besar radiasi sinar UV terpancar ke permukaan bumi.
Sinar UV memiliki dampak yang buruk terhadap makhluk hidup,diantaranya
adalah.
2. Mengapa gas CO dapat
menyebabkan gangguan kesehatan tersebut
3. Apa yang dimaksud
dengan hujan asam?
4. Sebutkan beberapa
dampak dari pemanasan global
5.
Sebutkan contoh polutan yang dapat menyebabkan penipisan ozon
|
B.
Dampak Polusi Air
1.
Gangguan kesehatan
Berikut ini berbagai
jenis penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran air
a.
Penyakit menular
Penyakit menular
akibat pencemaran air dapat terjadi karena berbagai macam sebab, antara lain
karena alasan berikut:
·
Air yang tercemar dapat menjadi media bagi perkembangbiakan dan persebaran
mikroorganisme, termasuk mikroba pathogen.
·
Air yang tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih, sedangkan
air bersih sudah tidak mencukupi sehingga kebersihan manusia dan lingkungannya
menjadi tidak terjamin, yang pada akhirnya menyebabkan manusia mudah terserang
penyakit.
Table 3.2 Contoh beberapa penyakit menular yang dapat tersebar melalui
air yang tercemar
Jenis
mikroba
|
Penyakit
|
Gejala
|
Virus
Virus
Hepatitis A
Virus
Polio
|
Hepatitis
A
Poliomyelitis
|
Demam,
sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati
sehingga tubuh menjadi kuning
Tenggorokan
sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung, kelumpuhan dan
kemunduran fungsi otot
|
Bakteri
Vibro
Cholerae
Escherichia
coli
(strain
pathogen)
Salmonella
typhi
Shigella
dysentriae
|
Kolera
Diare
Tifus
Disentri
|
Diare
yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan sangat banyak sehingga
menyebabkan kejang dan lemas
Buang air
besar berkali-kali dalam sehari, kotoran encer (mengandung banyak air),
terkadang diikiuti rasa mulas atau sakit perut
Sakit
kepala, demam, diare, muntah-muntah, peradangan dan pendarahan usus
Infeksi
usus besar
Diare,
kotoran mengandung lender dan darah, sakit perut
|
Protozoa
Entamoeba
histolytica
Balantidium
coli
Giardia
lamblia
|
Disentri
amuba
Balantidiasis
Giardiasis
|
(Sama
seperti disentri oleh bakteri)
Peradangan
usus, diare berdarah
Diare,
sakit perut,
Terbentuk
gas dalam perut, bersendawa, kelelahan
|
Metazoan
(cacing
Parasit)
Ascaris
lumbricoides
(cacing gelang)
Taenia
saginata
(cacing
pita)
Schistosoma
sp.
(cacing
pipih)
|
Ascariasis
Taeniasis
Schistosomiasis
|
Demam,
sakit perut yang parah, malabsorbsi, muntah-muntah, kelelehan
Gangguan
pencernaan, rasa mual, kehilangan berat badan, rasa gatal dianus
Gangguan
pada hati dan kantung kemih sehingga terdapat darah dalam urin, diare, tubuh
lemas, sakit perut yang terjadi berulang-ulang
|
b.
Penyakit tidak menular
Walaupun disebut
penyakit tidak menular, penyakit ini tetap merupakan bahaya besar karena dapat
mengakibatkan kematian. Penyakit tidak menular dapat muncul terutama karena air
telah tercemar oleh senyawa anorganik, seperti logam berat.
Beberapa polutan atau
pencemar air tersebut adalah sebagai berikut:
Cadmium (Cd)
Cadmium adalah logam berat
yang digunakan oleh banyak industri dalam proses produksinya. Contohnya, pabrik
pipa PVC, pabrik pembuatan karet dan pabrik kaca. Logam Cd dapat terserap tubuh
manusia dan akan terakumulasi atau terkumpul diorgan-organ tubuh, terutama
diginjal dan hati. keracunan cadmium juga dapat mengakibatkan kerusakan pada
organ ginjal dan hati.
Kobalt (Co)
Logam kobalt banyak
digunakan dalam industri sebagai bahan campuran untuk pembuatan mesin pesawat,
magnet, alat pemotong atau penggiling, serta untuk pewarna kaca, keramik dan
cat.
Pada manusia, co
dibutuhkan sedikit dalam proses pembentukan sel darah merah dan diperoleh
melalui vitamin B12. Keracunan kobalt dapat terjadi apabila tubuh
menerima kobalt dalam konsentrasi tinggi (150 ppm atau lebih). Kobalt di tubuh
manusia dalam jumlah banyak akan merusak kelenjer tiroid(gondok) sehingga
penderita akan kekurangan hormone yang dihasilkan kelenjer tersebut. Kobalt
juga dapat menyebabkan gagal jantung dan edema (pembengkakan jaringan akibat
akumulasi cairan dalam sel).
Merkuri (Hg)
Merkuri yang mencemari
air sebagian besar berasal dari limbah yang dihasilkan manusia. Efek merkuri
terhadap kesehatan manusia bermacam-macam. Pada wanita hamil, merkuri dapat
menyebabkan janin menjadi cacat mental. Tubuh yang terpapar merkuri untuk waktu
yang lama dapat mengalami kesrusakan ginjal, saraf dan jantung. Pada
konsentrasi rendah, merkuri dapat menimbulkan sakit kepala, depresi dan
perubahan prilaku.
Timbal (Pb)
Pencemaran air oleh
logam Pb dapat berasal dari berbagai sumber, seperti rembesan Pb dari sampah
kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung timbal, bahan bakar timbal,
pestisida dan dari korosi pipa-pipa yang mengandung timbal. Logam Pb dengan
konsentrasi > 15 mg/dl dalam darah dianggap berbahaya bagi kesehatan.
Senyawa organic berklorin
Contoh senyawa organic
berklorin adalah dikloro-difenil-trikloroetana (DDT), aldrin, heptaklor dan
klordan yang semuanya banyak digunakan sebagai pestisida. Di Indonesia, DDT
juga banyak digunakan untuk membasmi nyamuk malaria.
2.
Air Tidak Bermanfaat Sesuai Peruntukkannya
Pencemaran air oleh
berbagai jenis polutan akan menyebabkan air tidak dapat lagi digunakan untuk
berbagai keperluan tersebut. Berikut ini beberapa contohnya.
a.
Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga
Pencemaran air oleh
berbagai jenis limbah akan menyebabkan air berbau dan keruh serta dapat
mengandung kuman atau zat berbahaya.
b.
Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan industri
Sebagian besar
industri juga membutuhkan air dalam proses produksinya. Air yang telah tercemar
dapat menyebabkan proses produksinya terhambat karena air tidak dapat lagi
digunakan.
c.
Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan
Di pertanian dan
perikanan, air digunakan untuk irigasi dan kolam perikanan. Pencemaran air,
misalnya oleh senyawa anorganik akan menyebabkan air tidak dapat digunakan
lagi. Hal ini disebabkan senyawa anorganik dapat mengubah pH perairan secara
dratis. Perubahan pH tersebut dapat mematikan hewan dan tanaman. Selain itu,
beberapa senyawa anorganik sifatnya beracun bagi hewan atau tanaman.
3.
Menurunnya Populasi Berbagai Biota Air
Menurunya populasi
biota ini akan membawa kerugian besar, baik secara langsung berupa kekurangan
sumber pangan dan bagi sebagian orang berarti kehilangan mata pencaharian,
ataupun secara tidak langsung berupa gangguan dalam keseimbangan ekosistem.
Beberapa polutan yang sifatnya berbahaya bagi biota air diantaranya adalah
nutrient tumbuhan, limbah yang membutuhkan oksigen, minyak, sediment dan panas.
a.
Nutrien tumbuhan
Nutrien tumbuhan akan
menjadi polutan air apabila terdapat dalam jumlah berlebihan diperairan.
Perairan yang mengandung nutrient seperti fosfat dan nitrogen dalam jumlah
berlebih disebut mengalami eutrofikasi. Eutrofikasi akan menyebabkan
ganggang (algae) berkembang biak dengan subur sehingga populasinya meningkat
pesat. Kejadian ini sering disebut algae blooming.
Algae blooming dapat
menyebabkan beberapa gangguan diperairan, diantaranya adalah mengganggu
penetrasi cahaya matahari kedalam perairan karena permukaan tertutupi oleh
populasi ganggang. Hal ini akan menganggu kehidupan biota air dalam perairan
tersebut. Selain itu, jika ganggang yang mengalami blooming merupakan jenis
ganggang yang akan menghasilakn senyawa beracun, ganggang tersebut akan
menyebabkan kematian sejumlah besar biota air.
b.
Limbah yang membutuhkan oksigen
Seperti eutrofikasi,
pencemaran air oleh limbah yang membutuhkan oksigen juga akan menyebabkan
peningkatan BOD di perairan akibat tingginya populasi bakteri aerob
(membutuhkan oksigen) yang membusukan limbah. Peningkatan BOD akan menurunkan
DO perairan sehingga menurunkan populasi biota air yang tidak toleran terhadap
kandungan DO yang rendah.
c.
Minyak
Pencemaran minyak
banyak terjadi di lautan atau pantai. Pencemaran minyak di perairan dapat
menyebabkan kematian bagi banyak jenis biota air, seperti terumbu karang.
Kematian ini disebabkan adanya senyawa dalam minyak yang bersifat beracun bagi
biota air tersebut. Tumpahan minyak diperairan juga dapat menempel dan
menyelubungi bulu-bulu pada burung serta rambut pada mamalia air sehingga
mengganggu fungsi fisiologis bulu atau rambut tersebut. Contoh gangguan
fisiologis yang dapat terjadi adalah hilangnya kemampuan mengapung atau
kemampuan menjaga suhu tubuh sehingga hewan dapat mati karena tenggelam atau
karena kehilangan panas tubuh secara dratis.
d.
Sedimen
Pencemaran sediment di
perairan dapat menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengurangi jarak
penetrasi cahaya matahari kedalam perairan. Hal ini akan menyebabkan kemampuan
fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang.
e.
Panas
Populasi panas atau
termal dapat menyebabkan perubahan suhu perairan secara dratis. Hal ini akan
mengakibatkan kematianberbagai biota air yang tidak mampu beradaptasi terhadap
perubahan suhu tersebut. Panas juga dapat menurunkan DO di perairan.
Kaji Ulang
1.
Apakah dampak dari polusi air terhadap kegiatan rumah tangga?
2.
Sebutkan juga jenis mikroorganisme pathogen yang dapat tersebar melalui
air beserta penyakit yang dapat ditimbulkannya
3.
Jelaskan bahaya yang dapat timbul dari keracunan timbale
4.
Apa yang dimaksud dengan eutrofikasi?
5. Jelaskan hubungan antara kadar DO di
perairan dengan tingkat polusi air oleh limbah yang mudah busuk
|
C.
Dampak Polusi Tanah
1. Tempat Pembuangan
Tempat pembuangan
sampah (limbah), baik tempat pembuangan akhir (TPA) maupun pembuangan
sementara, akan menimbulkan berbagai dampak polusi. Secara tidak langsung,
limbah ditempat pembuangan dapat menjadi sumber polusi air dan udara. Limbah
cair yang dibuang ketempat pembuangan dapat merembes dan bercampur dengan air
tanah atau terbawa aliran sir ke sungai atau danau sehingga menimbulka polusi
air. Polusi udara yang dapat timbul melalui tempat pembuangan adalah gas metan
(CH4) yang dihasilkan melalui pembusukan limbah organic oleh
bakteri. Gas metan merupakan gas yang berbau tidak sedap sehingga akan
mengganggu manusia, selain itu gas metan merupakan salah satu gas rumah kaca.
2. Lingkungan Pertanian
Pupuk yang digunakan
berlebihan dapat menimbulkan racun bagi tanaman. Selain dampak terhadap
kualitas tanah, pestisida dan pupuk juga dapat menjadi polutan di air jika
terbawa oleh aliran air ke peraiaran.
Proses irigasi dapat
menyebabkan tanah mengalami salinisasi, yaitu peningkatan kadar garam.
Kadar garam yang terlalu tinggi pada tanah juga dapat menjadi racun bagi
tanaman.
Kaji Ulang
1. Jelaskan bagaimana
limbah padat anorganik dapat menyebabkan polusi tanah
2. Apa yang dimaksud
dengan salinisasi?
3. Jelaskan dampak dari
polusi tanah bagi manusia
|