BAB II
KESEIMBANGAN
LINGKUNGAN
SK: 3. Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam
menjaga
keseimbangan lingkungan dan AMDAL
KD: 3.2 Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan
A.
KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan segala yang mengelilingi suatu organisme dan
mempengaruhi cara hidup organisme tersebut.
Keseimbangan lingkungan dapat diartikan sebagai kemampuan
lingkungan untuk mengatasi tekanan dari alam maupun dari aktivitas
manusia,serta kemampuan lingkungan dalam menjaga kestabilan kehidupan di
dalamnya.Keseimbangan lingkungan dapat tercapai ketika interaksi antara
organisme dan faktor lingkungan dan interaksi antar komponen dalam suatu
lingkungan dapat berjalan dengan proporsional.
Daya dukung lingkungan merupakan
kemampuan lingkungan untuk mendukung kelangsungan hidup makhluk hidup
didalamnya.Lingkungan juga mampu untuk mengembalikan kondisi lingkungan ke
keadaan seimbang ketika lingkungan mendapat
gangguan atau kerusakan sampai batas tertentu yang disebut dengan daya lenting lingkungan.
1.
Interaksi Antar komponen Ekosistem dalam Menjaga Keseimbangan
Lingkungan.
Pada lingkungan yang seimbang akan terbentuk suatu ekosistem
yang stabil.Seperti lingkungan, ekosistem merupakan suatu system yang dinamis.
Aktivitas dan interaksi antar komponen ekosistem memungkinkan proses kehidupan
terus berlangsung dan berkesinambungan.
Interaksi antar komponen biotik dalam menjaga keseimbangan lingkungan
dapat kita lihat pada peristiwa rantai makanan dan jaring-jaring
makanan.Adanya interaksi
yang saling membutuhkan antar komponen biotik di rantai makanan dan
jaring-jaring makanan ,menyebabkan tidak aka nada satupun komponen biotik yang
populasinya akan bertambah terlalu cepat atau menurun drastis.
Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik ,keseimbangan lingkungan akan etrcipta
bila interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik berjalan dengan
sesuai dan berkesinambungan.Faktor-faktor lingkungan dapat menjadi faktor
penentu penyebaran organisme di muka bumi.Setiap jenis organisme memiliki
kisaran toleransi tertentu terhadap berbagai faktor lingkungan.Akibatnya,ada
jenis organisme tertentu yang hanya mampu menempati lingkungan dengan kondisi
tertentu pula. Apabila faktor lingkungan mrngalami fluktuasi yang demikian
drastis, populasi organisme yang ada pada lingkungan tersebutpun akan
terpengaruh.
1.
Suksesi
Adalah perubahan komposisi spesies dalam suatu komunitas biologi
akibat adanya gangguan pada komunitas tersebut. Di alam terdapat dua macam
suksesi,yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder
a.
Suksesi primer
Adalah proses perubahan komposisi komunitas yang terjadi pada
suatu kawasan yang pada mulanya hampir tidak ada kehidupan. Contoh, pulau
vulkanis baru seperti anak krakatau,area yang semula tertutup lapisan es Pada
proses suksesi primer, tidak banyak organisme berperan.Umumnya hanya organisme yang memiliki
tingkat toleransi yang tinggi dan luas saja yang mampu tumbuh dan berkembang
pada area tersebut seperti lumut dan lichens Organisme yang mampu
tumbuh pertama kali dan kemudian membentuk suatu ekosistem dinamakan organisme pionir atauspesies pionir
b.
Suksesi
sekunder
Suksesi sekunder terjadi pada area yang mulanya ada kehidupan
tetapi kemudian mengalami gangguan yang menyebabkan hilangnya komunitas yang
ada di area tersebut dan hanya meninggalkan tanah yang tetap utuh .Pada umumnya
area yang mengalami gangguan dapat kembali pulih seperti keadaan semula ,
contoh, hutan yang mengalami penebangan,yang akan bisa pulih kembali jika tidak
diganggu lagi.
c.
Komunitas
klimak
Adalah komunitas yang dihasilkan dari proses suksesi,bersifat stabil
dan memiliki tingkat keseimbangan lingkungan yang tinggi dan umumnya didominasi
oleh organisme yang memiliki umur panjang seperti pohon-pohon besar
Tugas
1. Apa
yang dimaksud dengan keseimbangan lingkungan?
2. Jelaskan
bagaimana interaksi antar komponen biotik dapat menjaga keseimbangan lingkungan
3. Apa
yang di maksud dengan suksesi?tulis macam-macamnya
4. Apa yang menyebabkan
terjadinya suksesi di suatu ekosistem?
5. Apa
yang akan terjadi pada sungai yang tercemar bila tidak terjadi pencemaran lagi?
B. Dampak eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem
B. Dampak eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem
Dibandingkan dengan komponen biotik lainnya, manusia merupakanjenis organisme yang memiliki pengaruh
yang kuat di bumi ini. Dengan kemampuannya untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi,
manusia memiliki pengaruh besar dalam
memanipulasi ekosistem. Kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mengubah
lingkungan sesuai dengan yang diinginkannya, menyebabkan populasi manusia
meningkat dengan cepat.
Meningkatnya populasi manusia, juga
meningkatkan ancaman terhadap keseimbangan lingkungan. Sikap manusia yang cenderung merusak
lingkungan, seperti membakar hutan, memberantas hama dengan bahan kimia,
mengubah berbagai ekosistem alami menjadi ekosistem buatan, memberikan dampak negatif pada
ekosistem. Berikut ini akan dijelaskan berbagai dampak negatif terhadap ekosistem
akibat eksploitasi berlebihan
oleh manusia.
1. Fragmentasi dan Degradasi Habitat
Meningkatnya populasi penduduk dunia
menyebabkan semakin
banyak lahan yang dibutuhkan untuk mendukung kesejahteraan manusia,
seperti lahan untuk pertanian, tempat tinggal, industri, dan lain sebagainya.
Penggunaan lahan yang
tidak memperhatikan efek ekologis dapat menyebabkan rusaknya atau
berkurangnya habitat alami bagi organisme di lahan tersebut. Fragmentasi habitat
misalnya terjadi pada hutan yang ditebangi atau dirambah, sehingga
menyisakan kawasan
hutan yang kecil. Selain itu, pembangunan jalan melintasi hutan juga
menyebabkan terjadinya fragmentasi habitat pada kawasan hutan. Hutan yang
ditebang atau dirambah memberikan dampak antara lain perubahan pada struktur
komunitas hutan dan kematian pohon yang berada di pinggiran hutan akibat
tingginya paparan angin dan cahaya matahari. Pembukaan jalan melintasi hutan
juga memberikan dampak
negatif, seperti polusi suara (kebisingan akibat kendaraan), dan
kemungkinan penggunaan lahan di pinggiran jalan untuk berbagai kebutuhan manusia,
seperti pembangunan rumah,
kawasan industri, dan area komersil.
Fragmentasi dan degradasi habitat menyebabkan munculnya masalah lain
seperti kematian organisme karena hilangnya sumber makanan dan tempat tinggal
dan menurunnya keanekaragaman spesies pada habitat tersebut.
2. Terganggunya Aliran Energi di Dalam Ekosistem
Ekosistem alami yang dirusak dan diubah
menjadi ekosistem
buatan dapat menyebabkan terjadinya perubahan aliran energi dalam
ekosistem tersebut. Contohnya, ketika proses penebangan atau pembakaran hutan
selesai, maka kawasan
hutan kemudian ditanami dengan satu jenis tumbuhan (sistem monokultur). Hal
tersebut menyebabkan aliran energi yang semula bersifat kompleks, yaitu antara
berbagai jenis produsen
(pohon-pohon besar dan kecil), konsumen (berbagai macam hewan),
detritivora (jamur, bakteri, dan sebagainya), menjadi aliran energi
yang lebih sederhana, yaitu satu jenis produsen (contohnya padi), beberapa
konsumen, dan detrititivor
3. Resistensi Beberapa Spesies Merugikan
Penggunaan pestisida dan antibiotik secara
berlebihan untuk
membunuh populasi organisme yang merugikan (hama atau patogen) dapat
menyebabkan munculnya populasi organisme yang kebal terhadap pestisida dan
antibiotik tersebut.
Aplikasi pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya populasi
hama yang kebal terhadap pestisida tersebut. Hama yang tidak atau kurang sensitif
(kebal) terhadap pestisida jenis
tertentu dapat bertahan dari penggunaan pestisida
tersebut. Pada akhirnya, populasi hama yang bertahan hidup dan mampu berkembang biak merupakan hama
yang kebal (resisten) terhadap
pestisida jenis tersebut.
Demikian juga adanya jika antibiotik
digunakan secara berlebihan,
yaitu dalam dosis yang terlalu tinggi atau frekuensi yang terlalu sering.
Populasi spesies patogen yang dapat bertahan dari dosis antibiotik tersebut
akan berkembang biak menghasilkan populasi spesies patogen yang kebal.
Sehingga penggunaan
antibiotik dalam dosis yang sama sudah tidak membunuh populasi spesies
patogen yang terbentuk.
4. Hilangnya Spesies Penting di Dalam
Ekosistem
Setiap organisme memiliki peran penting di
dalam suatu ekosistem.
Hilangnya satu organisme dapat memberikan dampak yang cukup besar di dalam ekosistem.
Contohnya, di dalam
ekosistem sawah, hilangnya keberadaan predator seperti burung, ular, dan
sebagainya dapat meningkatkan populasi organisme lain, misalnya tikus yang
memakan padi. Akibatnya, populasi padi akan menurun dan hasil panen akan
berkurang.
5. Introduksi Spesies Asing
Introduksi atau masuknya spesies dari satu
ekosistem ke dalam ekosistem
lainnya biasanya bertujuan untuk meningkatkan
tingkat kesejahteraan manusia. Contohnya,introduksi tanaman gandum,
singkong, dan beberapa tanaman pertanian
lainnya. Namun, introduksi spesies asing juga dapat merugikan, karena terkadang di dalam ekosistem yang
baru, spesies tersebut tidak
memiliki predator alami. Meledaknya populasi tanaman eceng gondok yang menjadi gulma bagi perairan di sekitar kita, merupakan contoh
introduksi spesies yang merugikan akibat tidak adanya predator
alami. Serangga Neochetine
eichhorniae yang merupakan
predator tanaman eceng gondok
dan dapat mengendalikan populasi eceng gondok di perairan tidak hidup di
Indonesia.
6. Berkurangnya Sumber Daya Alam
Terbaharui
Kayu, tanduk, gading, dan sebagainya
merupakan sumber daya
alam yang dapat diperbaharui. Sumber daya alam tersebut digolongkan ke
dalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui karena berasal dari
organisme yang dapat berkembang biak. Walaupun memiliki sifat dapat
diperbaharui, penggunaan
dan eksploitasi secara berlebihan dapat menurunkan jumlah dan kualitas sumber daya
alam tersebut. Contohnya,
penebangan pohon secara liar menyebabkan kayu berkualitas balk semakin berkurang.
Semakin sedikitnya jumlah
pohon berkualitas balk menyebabkan pohon-pohon yang kualitasnya kurang
balk dan umurnya belum cukup untuk ditebang juga ikut tereksploitasi. Hal
tersebut menyebabkan kualitas kayu dan tingkat regenerasi semakin menurun.
7. Terganggunya Daur Materi di Dalam Ekosistem
Seiring dengan meningkatnya jumlah
penduduk, tingkat aktivitas manusia juga akan ikut meningkat.
Meningkatnya aktivitas
manusia di dunia bepengaruh terhadap daur biogeokimia. Sebagai contoh, daur karbon
yang terganggu akibat
semakin banyaknya penggunaan bahan bakar. Melimpahnya senyawa CO, yang dihasilkan
dari proses pembakaran
dapat memberikan efek buruk, salah satunya adalah pemanasan global.
Kaji Ulang
1. Mengapa
manusia dikatakan sebagai komponen biotik yang memiliki pengaruh ekologi yang kuat di bumi ini?
2. Jelaskan
sifat sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan berikan
contohnya.
3. Apa yang akan terjadi jika salah satu spesies
dalam ekosistem punah?
4. Jelaskan dampak
yang bisa ditimbulkan akibat penggunaan pestisida jenis
tertentu secara bertebihan di lahan pertanian.
A. EKSPLOITASI BERLEBIHAN
PADA EKOSISTEM DARAT DAN AKUATIK
1. Ekosistem Darat
Ekosistem darat mencakup seluruh bioma yang
terdapat di daratan. Bioma yang ada di seluruh belahan bumi, yaitu hutan, padang rumput, taiga, tundra, gurun,
dan sebagainya. Eksploitasi berlebihan
pada ekosistem darat sebagian besar terjadi pada ekosistem hutan. Ekosistem hutan, khususnya ekosistem hutan hujan tropis memiliki
keanekaragaman organisme yang tinggi. Di dalamnya, terdapat
berbagai macam organisme yang
masing-masing memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem.
Selain itu, di dalam ekositem hutan terdapat berbagai macam potensi yang
bermanfaat bagi kesejahteraan manusia, contohnya beberapa tanaman
obat yang bermanfaat bagi kesehatan terdapat di dalam hutan. Salah satu peran
penting keberadaan hutan bagi organisme di bumi, yaitu keberadaan pohon-pohon dan tumbuhan lain yang dapat
menyediakan gas oksigen bagi organisme di dunia. Sejalan dengan banyaknya manfaat
yang dihasilkan dari ekosistem hutan,
maka semakin banyak juga manusia yang menggunakan sumber daya hutan untuk
kesejahteraan hidupnya.
Penggunaan atau pemanfaatan sumber daya hutan yang berlebihan sehingga
menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem
tersebut dinamakan over eksploitasi hutan.
Saat ini, semakin banyak manusia yang
memanfaatkan sumber
daya hutan secara berlebihan dan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Penebangan hutan secara acak dalam jumlah besar untuk industri furnitur
atau industri kertas, dan pembakaran hutan untuk area persawahan secara terus‑menerus menyebabkan
dampak negatif bagi keseimbangan Iingkungan baik secara regional maupun
global.
Hutan, terutama hutan hujan tropis,
merupakan pengkonsumsi karbon dioksida terbesar karena vegetasinya membutuhkan
karbon dioksida untuk melakukan fotosintesis. Ketika banyak wilayah
hutan hilang, ditambah dengan tingginya buangan gas karbon dioksida dari
berbagai aktivitas manusia,
maka gas karbon dioksida akan terakumulasi di atmosfer. Adanya karbon dioksida
dalam jumlah berlebih di atmosfer dapat menimbulkan terjadinya kenaikan suhu udara
secara global sehingga dapat mengubah pola iklim bumi. Salah satu efek dari
peningkatan suhu global adalah mencairnya es di kutub. Bila es
mencair, maka permukaan air laut akan naik yang dapat memengaruhi keseimbangan
ekologis di seluruh bumi.
Kebakaran hutan dan penebangan pohon secara
dalam jumlah
besar menyebabkan hilangnya habitat makhluk hidup yang tinggal di
dalamnya. Akibatnya banyak organisme yang mati karena tidak adanya tempat untuk
bereproduksi dan
hilangnya sumber makanan. Dampak lain yang dapat ditimbulkan dari
eksploitasi ekosistem hutan secara berlebihan adalah hilangnya daerah
resapan air. Hutan merupakan daerah resapan air hujan yang paling besar karena
akar pohon-pohon
dan tumbuhan hutan lainnya mampu menyerap dan menyimpan air. Hilangnya populasi
tumbuhan di hutan dan
daratan lainnya menyebabkan air hujan yang jatuh ke tanah tidak terserap,
tetapi ikut terbawa bersama tanah menuju perairan atau disebut dengan
peristiwa erosi. Sebagai akibatnya, tanah menjadi tandus dan kering.
2. Ekosistem Akuatik
Tidak hanya ekosistem darat yang dapat
mengalami eksploitasi
berlebihan. Ekosistem akuatik seperti laut, sungai, danau, dan perairan lainnya dapat
mengalami hal yang
serupa. Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa penangkapan organisme
laut secara berlebihan. Penangkapan organisme laut, seperti ikan konsumsi
maupun ikan hias, dan pengambilan terumbu karang dapat menyebabkan
terganggunya keseimbangan
lingkungan di ekosistem laut.
Organisme yang beragam hidup di terumbu
karang. Namun,
terumbu karang demikian rapuh terhadap kerusakan karena pertumbuhannya
lambat, mudah terganggu, dan hanya hidup pada perairan yang dangkal,
hangat, dan bersih.
Terumbu karang hanya dapat hidup pada
perairan dengan suhu 18 — 30°C. Kenaikan suhu sebesar 1°C dari batas
maksimum dapat
menyebabkan kerusakan terumbu karang. Rusaknya terumbu karang akan
menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi organisme yang ada pada ekosistem
terumbu karang.
Ancaman lain yang dapat mengganggu
ekosistem perairan adalah penggunaan
ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah wisata perairan dapat dikatakan sebagai eksploitasi
karena apabila daerah wisata tersebut tidak dikelola dengan balk maka akan mengganggu keberadaan
organisme yang ada di ekosistem tersebut. Sebagai contoh, daerah
wisata pantai di Bali atau wilayah
Jakarta bagian utara yang ekosistem alaminya telah terganggu oleh aktivitas manusia yang berlebihan. Kedua pantai tersebut telah tercemar
oleh sampah yang dibuang
pengunjung tempat wisata tersebut.
Kaji Ulang
1. Sebutkan manfaat dan potensi hutan yang kamu
ketahui.
2. Mengapa keberadaan hutan dapat memengaruhi
suhu global?
3. Perhatikanlah
lingkungan sekitarmu. Apakah ada eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem akuatik tertentu? Jelaskanlah dampak
eksploitasi tersebut.
D. UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Berbagai upaya untuk menjaga keseimbangan
lingkungan dapat
dilakukan dimulai dari lingkungan sekitarmu. Menjaga kelestarian sumber daya
alam terbaharui dapat dimulai dari rumahmu. Hematlah kertas dengan mengurangi
penggunaannya dan mendaur ulangnya. Penggunaan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga juga harus
dikurangi karena dapat mencemari lingkungan. Contohnya, penggunaan deterjen
yang berlebihan dapat
mengganggu aliran energi di dalam ekosistem perairan, seperti sungai atau danau,
karena memicu ledakan populasi ganggang. Kamu juga dapat berperan serta
dalam menjaga daur air di bumi ini dengan tidak memboroskannya dan membangun daerah resapan
air di halaman rumahmu.
Upaya menjaga keseimbangan lingkungan
merupakan upaya
kolektif dan melibatkan masyarakat luas. Masalah pencemaran dan
penanggulangan sampah misalnya, merupakan masalah bersama karena akibatnya dirasakan
oleh masyarakat banyak.
Apakah kamu mengetahui bagaimana upaya penanggulangan sampah yang baik? Upaya
penanggulangan sampah yang baik melibatkan kesadaran masyarakat
secara kolektif
untuk mengurangi produksi sampah, memisahkan sampah, dan mendaur
ulangnya. Upaya kolektif yang bisa dilakukan untuk menjaga
keseimbangan lingkungan antara lain menghemat penggunaan
bahan bakar, menghentikan jual-beli berbagai spesies hewan langka, tidak
membakar hutan untuk membuka
lahan, menerapkan sistem bercocok tanam yang memperhatikan lingkungan, dan lain sebagainya.
Salah satu upaya menerapkan sistem
bercocok tanam yang
memperhatikan aspek lingkungan adalah dengan mengendalikan
hama secara alami dengan metode biologics control, yaitu menggunakan musuh alami dari hama. Pestisida pun masih bisa digunakan untuk
membasmi hama, namun pengunannya
harus secara bijaksana dengan mempertimbangkan
komposisi bahan kimia pestisida, waktu dan rentang waktu penggunaannya, serta dosis yang digunal Upaya ini untuk mencegah munculnya populasi hama
yang resisten. Pestisida yang
digunakan juga sebaiknya yang spesifik terhadap hama target sehingga tidak membunuh organisme yang bukan hama.
Pilihlah pestisida dengan komposisi bahan kimia yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam.
Semakin bertambahnya populasi penduduk dunia
menyebabkan pembangunan demikian pesatnya. Namun, pembangunan juga harus
memperhatikan aspek lingkungan Pembangunan jalan yang membelah hutan misalnya, harus
memperhatikan konsekuensi Iebih lanjut terhadap kemungkinan kerusakan lingkungan. Analisis mengenai dampak
negatif pembangunan terhadap
lingkungan perlu dilakukan sebelum rencana pembangunan dijalankan. lni merupakan upaya untuk menjaga
keseimbangan lingkungan dengan mencari solusi terbaik.
Upaya untuk mencegah masuknya
spesies asing ke dalam negeri ini dapat dilakukan dengan pengawasan
yang ketat pemerintah terhadap berbagai produk impor. Buah-buahan yang diimpor misalnya,
dapat saja mengandung telur hama yang sebelumnya tidak ada di Indonesia.
Hama ini kemudian berkembang
biak dan merusak pertanian di Indonesia. Tentu saja proses pengawasan
bisa berjalan baik bila disertai dengan penegakan hukum yang tegas dan adil.
Penegakan hukum yang tegas dan adil juga
perlu dilakukan terhadap perambah dan penebang hutan liar. Menjaga kelestarian hutan adalah hal penting
yang perlu dilakukan. Upaya
pelestarian hutan dapat dilakukan dengan reboisasi, tidak melakukan penebangan hutan secara acak, dan menghentikan penebangan hutan secara liar (ilegal logging). Selain
pepohonan yang ada di hutan, berbagai spesies hewan yang ada di hutan juga harus dijaga
kelestariannya. Upaya menjaga kelestarian spesies hewan di hutan dapat dilakukan dengan mencegah
perburuan hewan, tidak membakar hutan untuk
membuka lahan, dan tidak mengusik habitat alami hewan tersebut.
Kaji Ulang
1. Tindakan
apa saja yang dapat kamu takukan untuk menjaga lingkungan?
2. Mengapa
upaya menjaga tingkungan memertukan kesadaran kotektif?
3. Jelaskanlah
bagaimana peran serta pemerintah datam menjaga keseimbangan
lingkungan.
0 komentar:
Posting Komentar